January 21, 2026
IMG-20220216-WA0024

Tiga Jenis Penangkal Petir

Saat ingin memasang penangkal petir, tentu kalian harus mengetahui tipenya yang sesuai. Terdapat tiga tipe penangkal petir, yaitu penangkal konvensional dan penangkal elektrostatis. Berikut penjelasannya.

A. Penangkal Petir Konvensional

Perangkat sederhana yang lazimnya hanya menunggu datangnya petir untuk menyambar ujung penakal. Prinsipnya menggunakan menangkap petir secara pasif. Berbentuk seperti tiang dan kabel konduktor memerlukan. Karena bersifat pasif, bangunan dengan area yang luas sering menggunakan beberapa penangkal sekaligus pada puncak atapnya. Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja.

Lebih ideal untuk bangunan dengan area sempit, seperti rumah tinggal. Alat penangkal petir digunakan di seluruh dunia sebagai sistem perlindungan petir dan dipasang di bagian atas dan tinggi.

B. Penangkal Petir Elektrostatis

Menggunakan sistem ESE ( Early Streamer Emission ) yang lebih aktif dalam menangkap petir. Perangkat ini memiliki satu elemen tambahan, yaitu head terminal yang berisi muatan statistik pada bagian ujung finial (splitzen). Head dapat menyimpan ion-ion positif dalam jumlah besar yang berasal dari dalam bumi. Ibarat magnet, kepala ini akan menarik ion-ion negatif yang ada di dalam awan sebelum ion-ion tersebut menghasilkan petir yang dahsyat.

Alat dipasang tinggi untuk melindungi area yang lebih luas dan tidak memerlukan kabel. Semakin tinggi head terminal dipasang, maka semakin luas jangkauan area yang dapat dilindungi. Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja. Lebih ideal untuk bangunan dengan area yang luas, seperti rumah bertingkat, gedung bertingkat langit, kawasan industri, dan perkebunan, karena bisa menjangkau radius lebih dari 50-150 m.

Radius Proteksi petir dari Penangkal Petir tidak hanya tergantung pada kapasitas rata-rata (sebagaimana tabel terlampir) tetapi juga tergantung pada ketinggian penempatan head terminal penangkal petir Neoflash dari atas Gedung /bangunan. Semakin tinggi penempatan head terminal penangkal petir Neoflash ® maka semakin menghasilkan radius  perlindungan yang lebih besar.

Covered Area bila dilihat dari atas

Sedangkan dasar lain dalam mendapatkan Radius Proteksi Petiradalah tergantung dari intensitas petir di wilayah tersebut (curah petir tahunan), bila suatu wilayah memiliki intensitas petir tinggi, misalnya daerah berbukit atau daerah curah hujan tinggi maka standar kinerja penakal petir neoflash harus diukur 80% dari kinerja yang optimal, karena akan ada waktu singkat ( jeda pendek ) untuk isi ulang kapasitor.

Daerah daerah rawan seperti berbukit dan dataran tinggi sebagai langkah aman maka ditentukan dengan kemampuan head terminal sebesar 80 % , meskipun secara teknis bisa perhitungan radius Tabel 1 ( Radius Proteksi Daerah Umum )

c. Penangkal Petir Radioaktif

Penangkal petir tipe radioaktif ini dilarang berdasarkan kesepakatan internasional terhadap pemakaian zat radioaktif yang dapat mengganggu makhluk hidup dan menimbulkan bencana dari zat yang digunakan. Nah, cara kerja penangkal petir ini dengan reaksi netralisasi ion yang menggunakan bahan stasiun radio aktif.

Alat ini menghambat sistem ionisasi dimainkan dengan cara memakai zat radioaktif selayaknya Radiun 226 dan Amersium 241. Hal ini mampu menetralkan muatan listrik awan. Jenis ini tidak disarankan penggunaannya.

Berikut langkah-langkah pemasangannya:

  • Persiapkan sistem grounding terlebih dahulu, dengan melihat tata letak serta struktur tanah yang dimiliki. Tanam ground rod hingga mencapai kedalaman air tanah agar petir dapat tersalur ke dalam tanah.
  • Buat sambungan jalur petir dengan kabel konduktor yang menghubungkan antara grounding dan Hindari pemasangan kabel berlekuk atau membentuk sudut runcing agar tidak terjadi loncatan muatan listrik saat terjadi petir.
  • Tentukan posisi splitzen di bagian tertinggi dari bangunan, yaitu atap.
  • Pastikan seluruh jaringan perangkat sudah terpasang dengan benar.

1 thought on “PENANGKAL PETIR KONVENSIONAL DAN ELECTROSTATIS KENDAL

Comments are closed.