Pertama, ada penangkal petir konvensional. Sesuai namanya, penangkal petir yang satu ini bekerja dengan prinsip sederhana. Desain ini adalah desain pertama yang diperkenalkan oleh Benjamin Franklin, orang pertama yang menemukan alat penangkal petir. Sebuah batang penangkal petir yang berbentuk runcing ditempatkan pada bagian atas sebuah bangunan.
Penangkal Petir Konvensional
Lalu ia disambungkan dengan kabel konduktor, kabel ini tersambung menuju batang penangkal petir lainnya, dan tertanam di tanah atau permukaan bumi (grounding). Ada dua jenis penangkal petir konvensional, jalur elektris (kabel konduktor yang digunakan banyak) dan satu jalur/jalur tunggal, (kabel konduktor yang digunakan hanya satu).
1. Keunggulan
Terdapat beberapa keunggulan pada penangkal petir konvensional ini, diantaranya adalah harganya yang murah, pemasangan yang cepat, hingga tempat yang dibutuhkan tidak banyak. Penangkal petir konvensional ini harganya terjangkau, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan bujet berlebih untuk pemasangan 1 unit alat ini.
Proses pemasangan juga cepat. Anda bisa memasang sendiri, dan grounding (batang penangkal petir) tertanam di tanah, selain itu, juga tidak membutuhkan ruang yang luas, hanya dibutuhkan setidaknya ukuran 1 hingga 2 meter2 saja. Sehingga penangkal ini bisa dikatakan sebagai penangkal petir yang cocok untuk dipasang pada bangunan rumah pribadi Anda.
2. Kelemahan
Kurang handal dalam meredam sambaran listrik. Jenis Penangkal petir ini bersifat menunggu atau pasif. Sehingga, ia untung-untungan saja jika disambar oleh petir. Karena ujung batang penakal petir hanya mengumpulkan muatan listrik, bukan untuk menarik petir. Maka tidak bisa dipastikan bagian bangunan petir akan menyerang.
Peluang untuk mengenai bagian lain di luar penangkal petir masih besar. Hal ini fatal bila petir mengenai antena, karena kerusakan bisa merembet hingga tv di dalam ruangan. Ini menjadi satu kekurangannya, penangkal petir memiliki jangkauan proteksi petir yang terbatas. Model sederhana dari penangkal petir konvensional ini juga memiliki kelemahan, yakni tidak awet alias tidak tahan lama.
Penangkal Petir Elektrostatis
Jenis kedua, ada penangkal petir elektrostatis. Perbedaan penangkal petir elektostatis dan konvensional adalah dari sifat metode proteksinya ke konvensional menggunakan metode yang pasif, sedangkan penangkal petir elektrostatis menggunakan metode proteksi radius.
Pada dasarnya penangkal petir yang satu ini bersifat aktif dengan melepaskan ion ke udara, sehingga petir hanya akan menyambar batang penangkal petir yang ada di bagian atas sebuah bangunan seseuai dengan kemampuan radius dari terminal udara. Penangkal petir elektrostatis biasanya berbentuk bulat atau setengah bulat.
Bagian-bagian pada penangkal petir elektrostatis sejatinya sama dengan penangkal petir tradisional, yaitu batang, kabel dan grounding. Namun, pada penangkal petir elekrostatis disebut sebagai terminal (tempat pertama kali petir menyambar), lalu pembawa (kabel penghantar yang menuju grounding). Sistem grounding pada penangkal elektrostatis juga lebih terukur dibandingkan sistem konvensional.
1. Keunggulan
Berbeda dengan penangkal petir kovensional, jenis penangkal petir elektrostatis lebih aktif, dalam arti ia mengeluarkan ion ke udara sehingga memancing petir untuk menyambar bagian terminal penangkal petir elektrostatis. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, karena petir dipastikan akan menyambar bagian terminal, bukan bagian bangunan lain.
Pada intinya jika menggunakan jenis penangkal petir elektrostatis, sambaran petir ada di dalam radius head terminal maka sambaran petir itu akan ditarik menuju head terminal.
Tentu saja, perlindungan yang diberikan oleh penangkal petir elektrostatis ini lebih luas dibandingkan penangkal petir konvensional. Penggunaan jenis penakal petir ini juga menjamin lebih banyak keselamatan bangunan, dan terhindar dari kerusakan-kerusakan fatal. Sistem grounding pada penangkal petir elektrostatis pun lebih baik, sehingga peredaman bisa terjadi lebih baik pula.
Selain itu, material atau bahan yang menyusun penangkal petir elektrostatis lebih baik kualitasnya. Pada beberapa merk, bahan yang dipakai sudah Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga lebih awet dan tahan lama untuk penggunaannya. Sementara itu, dalam hal estetika, desain penangkal petir elektrostatis lebih modern dibandingkan penangkal petir konvensional.
2. Kelemahan
Dari segala keunggulan di atas, kelemahan utama yang ada pada penangkal petir elektrostatis adalah harganya. Harga satu set penangkal petir elektrostatis jauh lebih mahal dibandingkan penangkal petir konvensional.
Selain itu, pemasangan juga dilakukan lebih lama, bisa mencapai 2 hingga 3 hari. Tempat untuk grounding lebih luas, sehingga tidak cocok dipasang di bangunan rumah pribadi.
Grounding pada penangkal petir elektrostatis membutuhkan hambatan hingga 3 ohm untuk peredaman yang baik. Bahkan bisa mencapai hambatan 5 ohm. Sehingga biasanya penangkal petir elektrostatis digunakan untuk melindungi aset sebuah perusahaan. Misalnya bangunan gedung, pabrik, gudang atau tower sebuah perusahaan.
