Penangkal Petir Pasif ( Faraday / Franklin )
Jenis penangkal petir ini menunggu sambaran petir yang mengenainya kemudian menyalurkan seluruh energinya ke tanah, bentuk perlindungannya seperti kerucut dengan sudut radius 45 derajat. Penempatan haruslah sangat tepat dengan melihat beberapa faktor kemungkinan sambaran petir
- Sambaran Petir condong dari atas/langit.
- Sisi ujung bangunan sering sebagai daerah Sambaran.
Dari dasar kemungkinan ini maka letak pemasangan penangkal petir bisa dengan berbagai bentuk :
- Runcing menjulang tinggi seperti tongkat pancing.
- Runcing tapi pendek dengan kabel penghantar di pasang mendatar mengikuti sisi luar bangunan.
- Untuk bangunan berstruktur besi / baja bisa pula hanya memasang ujung runcing di sisi atas tanpa jarak standart ( berjauhan ) dan tanpa kabel penghantar, sedangkan penghantarnya memanfaatkan struktur besi saja dan di sisi kaki H-Beam di pasang grounding.
Penangkal Petir Aktif ( Elektrostatis )
Untuk Penangkal petir jenis ini akan memiliki radius perlindungan yang lebih besar dan berbentuk seperti Payung, kemampuan radius yang beras ini di hasilkan dari penyerapan energi yang disebabkan oleh awan hujan oleh unit ini. Kedua jenis Penangkal Petir tersebut bisa di pasang dan diaplikasikan dimana saja, tergantung dari kebutuhan dari sebuah bangunan dan tergantung keefektifannya.Untuk bangunan dengan luas yang tidak begitu luas/sempit ( rumah tinggal ) pemasangan sistem Faraday atau franklin sudah memadai tetapi untuk bangunan yang mempunyai luas yang cukup luas misalnya seperti gedung pada kawasan industri, kawasan perkebunan, padang Golf. Pemasangan jenis sistem elektrostatik sangatlah ideal dan cocok untuk bangunan seperti ini.
Ada 4 bagian utama penyusun instalasi Penangkal Petir eksternal :
- Terminal Penangkal Petir
- Kabel Penghantar
- Tiang Penyangga
- Pembumian
Bila sebuah bangunan sudah terpasang Penangkal Petir Eksternal maka kerusakan Fisik bangunan sudah tertanggulangi hampir keseluruhan , masih ada sedikit celah akan bahaya petir yang lain yakni kerusakan akibat Sambaran petir Tidak langsung atau secara umum disebut Induksi Petir.
