metode bola bergulir dengan standar internasional atau rumus empiris sederhana untuk penangkal petir konvensional. Metode bola bergulir melibatkan membayangkan bola menggelinding di atas dan di sekitar bangunan, dengan radius bola yang menentukan area perlindungan. Untuk perhitungan sederhana, radius proteksi dapat diperkirakan dengan mengalikan tinggi penangkal petir dengan fungsi trigonometri tertentu.
-
- Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method)
-
- Metode ini yang paling direkomendasikan secara internasional (IEC 62305-3).
- Bayangkan sebuah bola dengan radius tertentu menggelinding di atas dan di sekitar bangunan.
-
- Area yang disentuh oleh bola adalah titik-titik yang rentan terhadap sambaran petir dan perlu dilindungi.
- Radius bola (D) akan menentukan tingkat perlindungan. Semakin kecil radiusnya, semakin tinggi tingkat perlindungan yang diberikan (misalnya, radius
2020
20
m untuk perlindungan sangat tinggi,
303030
m untuk perlindungan tinggi,
454545
m untuk perlindungan sedang, dan
606060
m untuk perlindungan standar).
- Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method)
- Metode Sederhana (untuk penangkal petir konvensional)
-
- Gunakan rumus sederhana untuk mendapatkan perkiraan radius.
- Contohnya, jika tinggi penangkal petir adalah
1010
10
meter, radius proteksinya adalah sekitar
101010
meter. Ini didasarkan pada rumus
R≈h×tan(45∘)cap R is approximately equal to h cross tangent open paren 45 raised to the composed with power close paren≈ℎ×tan(45∘)
, di mana
hhℎ
adalah tinggi penangkal petir,
-
- Tinggi penangkal petir: Semakin tinggi terminalnya, semakin luas area yang dapat dilindunginya, tergantung pada jenis sistemnya.
- Jenis dan model penangkal petir: Penangkal petir jenis ESE (Early Streamer Emission) memiliki spesifikasi yang berbeda dengan yang konvensional, dan radiusnya dapat mencapai hingga
150150
150
meter, tergantung model dan standar yang digunakan.
- Kondisi geografis: Jumlah hari guruh dan intensitas petir di suatu daerah juga perlu diperhitungkan.
- Kondisi bangunan: Jenis material bangunan dan keberadaan bahan yang mudah terbakar akan memengaruhi tingkat risiko dan pilihan metode proteksi.
