Tingkat Resiko Bangunan Akan Bahaya Petir

Pertanyaan :

Saya punya tiang dengan ketinggian lebih kurang 18 meter (setinggi rumah 3 tingkat) untuk keperluan internet hotspot. Ditempat saya ini (Batam) katanya tingkat intensitas petir sangat tinggi dan daerah rawan petir, namun tidak semua daerah di Batam demikian. Oleh karena itu, mohon advise nya…apakah memang benar ukuran tiang antena 18 meter perlu penangkal petir? ketinggian minimal berapakah sebuah antena dikatakan rawan dan mudah tersambar petir dan perlu penangkal petir ? Jika iya, saran apa yang Anda berikan untuk antena internet milik saya ? saya tunggu jawabannya..

Tingkat Resiko bangunan pada bahaya petir,dapat diukur dengan memperhitungkan ketingggian bangunan, material bangunan dan perbandingan dengan sekitarnya, dengan hasil perhitungan akan didapatkan kemungkinan Bahaya Petir.

Jawab :

Tingkat kerawanan bangunan / obyek  dari sambaran petir di ukur dari tingkat resiko bangunan tersebut, mulai dari material bahan bangunan, ketinggian dari permukaan tanah dan perbandingan dari ketinggian sekitar.

Untuk permasalahan yang bapak hadapi adalah tingkat resiko dari tiang antena dengan ketinggian 18 mtr, keberadaan tiang ini perlu diperbandingkan dengan ketinggian bangunan disekitarnya. Apabila tiang antena menjulang tinggi melebihi ketinggian rata-rata bangunan sekitar tentu tingkat resiko sambaran petir akan lebih besar karena petir cenderung menyambar tempat yg tinggi. Tetapi apabila sama atau mendekati  maka tingkat resikonya akan kecil tetapi tidak menutup kemungkinan untuk bisa tersambar. Untuk standart pengamanan, seharusnya tingkat resiko yang sekecil apapun harus pula di tutup kemungkinannya ”Dengan Memasang Penangkal Petir

Berikut ini kami ketengahkan perhitungan tingkat resiko petir terhadap sebuah obyek bangunan :

A. Fungsi Bangunan

1
Bangunan biasa yang tak perlu diamankan
( Bangunan rusak, bangunan tanpa penghuni)
-10
2
Bangunan dan isinya jarang dipergunakan
( Bangunan kecil di sawah, di pinggir laut, di gunung)
0
3
Bangunan yang ada orangnya
( Rumah, toko, pabrik kecil, stasiun kereta api)
1
4
Bangunan dan isinya penting
( silo, musium, arsip, pabrik, kantor pemerintah)
2
5
Bangunan isinya orang
( Masjid, sekolah, monumen, pasar, terminal, stadion, RS)
3
6
Bangunan yang isinya bahaya
( Instalasi gas, tangki minyak / bensin, LPG )
5
7
Bangunan yang isinya mudah meledak
( Pabrik bahan peledak, gudang bahan peledak, gudang peluru)
15

B. Material Bangunan

1 SELURUH BANGUNAN
(TERBUAT DARI LOGAM / KONDUKTOR)
0
2 BANGUNAN (BETON BERTULANG, KERANGKA BESI,ATAP SENG GALVANIS ATAU ATAP ALUMINIUM) 1
3 BANGUNAN
(BETON BERTULANG RANGKA BESI ATAP GENTENG, KERANGKA KAYU ATAP GENTENG)
2
4 BANGUNAN
(KERANGKA KAYU, ATAP GENTENG)
3

C. Tinggi Bangunan

kurang dari 6 m 0
7 m s/d 12 m 2
11 m s/d 17 m 3
18 m s/d 25 m 4
26 m s/d 35 m 5
36 m s/d 50 m 6
51 m s/d 70 m 7
71 m s/d 100 m 8
101 m s/d 140 m 9
141 m s/d 200 m 10

D. Situasi Bangunan

1 DI TANAH DATAR PADA SEMUA KETINGGIAN 0
2 DIKAKI BUKIT SAMPAI ¾ TINGGI BUKIT,DI PEGUNUNGAN ? 1000 m 1
3 DI PUNCAK GUNUNG ATAU PEGUNUNGAN > 1000 m 2

E. Curah Petir Tahunan

2 0
4 1
8 2
16 3
32 4
64 5
128 6
256 7

Hasil seluruh faktor faktor di atas di jumlahkan

A. Fungsi Bangunan + B. Material Bangunan + C. Tinggi Bangunan + D. Situasi Bangunan + E. Curah Petir Tahunan

Hasil penjumlahan adalah perkiraan bahaya :

15 : Sangat Berbahaya

14 : Berbahaya

13 : Agak Berbahaya

12 : Bahaya Sedang

11 : Bahaya Kecil

10 : Diabaikan