October 5, 2022
Izin Disnaker dan sertifikasi Disnaker dari penangkal petir merupakan hal yang wajib dimiliki oleh pengelola atau pemilik bangunan yang bertujuan untuk menguji kelayakan secara teknis dari perangkat penangkal petir yang terpasang. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER.02/MEN/1989 tentang PENGAWASAN INSTALASI PENYALUR PETIR, maka pemeriksaan secara berkala oleh instansi terkait dilakukan setiap 2 tahun.

 

Bidang kerja dari pengujian instalasi penangkal/penyalur petir meliputi :

Sertifikasi Disnaker petir diperuntukkan bagi instalasi penyalur petir yang baru di pasang , Jadi apabila ada sebuah instalasi penangkal petir selesai dipasang maka kelayakan dari instalasi haruslah di uji oleh lembaga pemerintahan ( Disnaker ) atau pihak ke tiga K3 yang terakreditasi apabila sudah sesuai dengan standart yang berlaku maka dari Dinas Tenaga Kerja akan mengeluarkan surat Hasil Pengujian dan Pengesahan – Masa berlaku Pengesahan ini adalah 2 tahun .
( dan akan di resertifikasi dengan kelipatannya )
Apabila ijin Penyalur Petir yang sudah ada dan telah berjalan selama 2 tahun maka perlu untuk di Re-Sertifikasi ulang / uji ulang akan kelayakan pakai dari instalasi. Prosedur mendapatkan Re-Sertifikasi ini serupa dengan sertifikasi baru , Pengecekan di lokasi dan dilanjutkan penyelesaian administrasi .

Pengecekan atau Uji instalasi penyalur petir yang lama meliputi :

  1. Uji fisik aiat
  2. Uji resistensi atau tahanan grounding
  3. u visual dari kabel instalasi
  4. Cek visual sambungan atau konektor kabel dan grounding
  5. Pencatatan data lapangan
  6. Laporan hasil pemeriksaan
Sertifikasi Legal Regulasi akan dilakukan pihak Disnaker dengan menyertakan hasil pelaporan pemeriksaan dan dilengkapi dokumen dokumen pendukung , gambar situasi , detail instalasi dan surat Permohonan Pengesahan .

Bila ada ketidak sesuaian maka pihak Instansi terkait ini akan meminta untuk melakukan perbaikan terlebih dahulu .

Pihak kami akan memprakarsai seluruh proses Sertifikasi Disnaker ini,

Penangkal Petir Radius Elektrostatis Semarang | Cara Kerja | Cara Pasang

Penangkal Petir Radius Elektrostatis BLUECRN2

Sebelum kita memasang penangkal petir radius elektrostatis alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu secara mendalam tentang apa itu penangkal petir radius elektrostatis, apa saja komponen yang terdapat didalamnya, lalu bagaimana mekanisme cara kerjanya, agar setelah kita kenal lebih dalam, proses pelaksanaan pemasangan pun dapat berjalan dengan cara yang baik dan benar.

Penangkal petir radius elektrostatis adalah sebuah sistem penangkal petir modern hasil rekayasa teknologi paling mutakhir ciptaan para ilmuwan dan peneliti seluruh dunia sebagai penyempurnaan dari sistem penangkal petir sebelumnya yaitu sistem konvensional yang diyakini banyak kekurangannya dan sistem radioaktif yang dilarang penggunaannya karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Penangkal petir radius elektrostatis bersifat aktif menjemput terlebih dahulu energi muatan listrik pada sambaran petir dengan menggunakan teknologi Early Streamer Emission (ESE) sehingga memiliki kekuatan jarak radius perlindungan.

Diantara banyak produk penangkal petir radius elektrostatis baik lokal maupun import, ternyata justru produk lokal merk BLUECRN 2 NEW GENERATION (generasi terbaru) yang memiliki komponen, mekanisme cara kerja yang terbaik secara fungsi dan sangat cocok untuk cuaca serta iklim tropis yang ada di indonesia, dengan harga relatif lebih murah dari produk lain namun kualitas tidak kalah dengan produk lokal lain dan import yang hanya menang soal harga tapi tidak dengan kualitas berdasar dari isi komponen.

KOMPONEN PADA PENANGKAL PETIR RADIUS ELEKTROSTATIS BLUECRN 2

Penangkal petir radius elektrostatis bluecrn 2 memiliki komponen / perangkat sebagai berikut :

Komponen Penangkal/penyalur Petir Radius Elektrostatis Si Biru BLUECRN 2 New Generation sangatlah bagus dan terjaga kualitas keaslianya, sehinga alat ini akan secara efektif menjaga bangunan anda dari bahaya sambaran petir

 

1. ELEKTRODA TANAH / COPPER ROD

Sebuah batang konduktor utama terbuat dari bahan baku tembaga padat full konduktor dilapisi (plating) galvanish.

Komponen ini memainkan peran yang sangat penting sebagai bilah pemicu untuk mengumpulkan energi muatan ion (+) positif (proton) dari lapisan udara dan yang ada dibumi, dimana energi tersebut digunakan untuk membangkitkan komponen ion generator agar dapat menembakkan muatan ion (+) tersebut ke lapisan udara hingga ke lapisan awan agar dapat menarik muatan ion (-) negatif (elektron) yang ada di awan.

2. ION GENERATOR

Perangkat / komponen ini adalah mesin utama pembangkit muatan listrik statis (elektrostatis) yang ditarik secara otomatis dari dalam bumi (grounding system) setelah dipicu oleh bilah pemicu, ion generator terdiri dari rangkaian unit kapasitor, ion pembangkit, karbon inti dan sensor muatan ion.

3. VERTICAL DISK / SPEAR SHOOTER

Sebuah komponen penunjang dari pointy spear / bilah pemicu, juga terbuat dari tembaga padat konduktor dilapisi (plating) galvanish murni, yang berfungsi sebagai penangkap ion di sekitar bumi dan lapisan udara dengan dibantu oleh horizontal disk lalu menghantarkan ion tersebut ke pointy spear agar bilah pemicu / pointy spear dapat berfungsi secara optimal untuk menembakkan muatan ion yang telah ditangkap.

4. HORIZONTAL DISK / SUB SPEAR SHOOTER

Adalah komponen penunjang dari spear shooter / vertical disk, terbuat dari bahan baku stainless steel 304 yang berfungsi menangkap muatan ion pada lapisan udara dengan jangkauan lebih luas agar dapat ditangkap oleh first spear shooter lalu ditembakan ke pointy spear.

5. BODY ISOLATOR ATAU FISIK PENANGKAL/PENYALUR PETIR MODERN

Ibarat tubuh body isolator adalah sebuah badan pelindung dari rangkaian ion generator (sebagai jantung), pointy spear, spear shooter dan sub spear shooter. Body isolator terbuat dari bahan baku compound fibre glass (bahan isolator) yang membungkus seluruh rangkaian komponen inti agar terhindar dari panas dan hujan serta tidak menyebabkan induksi yang dapat merambat pada bangunan.

6. CONNECTING SLEEVE

Terbuat dari bahan compound fibre glass yang berfungsi sebagai isolator penyambung antara unit air terminal head dan tiang penyangga pipa besi agar tidak terjadi induksi pada pipa besi yang menempel langsung dengan bangunan terpasang (penjelasan ada dibawah).

Pointy spear, ion generator, spear shooter dan sub spear shooter dirangkai menjadi satu, disambung menggunakan kawat konduktor khusus lalu dibungkus rapat dengan body isolator menjadi sebuah rangkaian sistem teknologi Early Streamer Emission (ESE), rangkaian inilah yang disebut Unit Air Terminal Head.

MEKANISME CARA KERJA PENANGKAL PETIR RADIUS ELEKTROSTATIS

Mekanisme Cara Kerja Penangkal Petir Radius Elektrostatis Modern cangih kurn,viking,Neo flash, Flash Vectro, Evo Franklin,EF, Thomas,Gent BLUECRN 2

Penangkal petir radius elektrostatis bekerja secara aktif dengan cara mengakomodir sebuah fenomena menjaga keseimbangan alam berupa melubernya muatan ion yang berada di awan yang membutuhkan pembuangan alami yang telah diciptakan Tuhan Semesta Alam yaitu bumi, dengan cara menciptakan secara detail sebuah jalur khusus agar tumpah ruahnya muatan ion berupa muatan listrik (sambaran petir) yang maha dahsyat tersebut tidak merusak apapun yang dilewatinya.

Teknologi Early Streamer Emission (ESE) adalah proses pengumpulan muatan ion yang ada dibumi sehingga tidak ada muatan ion (+) positif tercecer, lalu melepaskan muatan ion tersebut ke udara sebagai sebuah cara otomatis menuntun petir untuk selalu memilih pointy spear menjadi titik jalur sambaran petir, karena muatan ion dibumi telah dikumpulkan oleh unit air terminal head elektrostatis maka dapat dipastikan area di sekitar penangkal petir radius elektrostatis BLUECRN 2 terpasang steril dari muatan ion oleh karena itu areal tersebut masuk dalam jangkauan / radius perlindungan.

Inilah mengapa sistem ini dinamakan penangkal petir radius elektrostatis, karena teknologi ESE dapat menghasilkan muatan listrik statis tanpa menggunakan zat kimia radioaktif (non radioaktif) dan memiliki kekuatan jangkauan perlindungan / radius proteksi.

Jarak dari jangkauan perlindungan / radius proteksi tergantung dari seberapa besar ukuran komponen dari unit air terminal head khususnya komponen ion generator, pointy spear dan spear shooter, karena semakin besar ukuran komponen tersebut maka daya tangkap / tarik dan tembak ion semakin besar, hal ini sesuai dengan perhitungan algoritma yang telah ditetapkan.

Mekanisme cara kerja teknologi Early Streamer Emission (ESE) agar dapat menghasilkan muatan listrik statis / elektrostatis dan memberikan kekuatan jangkauan perlindungan / radius proteksi berlangsung dalam beberapa tahapan, yaitu :

Ketika awan mulai gelap (mendung) adalah tanda awal muatan ion yang sangat banyak berkumpul diawan dan butuh pembuangan alami yaitu bumi, seketika muatan ion yang ada di permukaan tanah akan beterbangan ke lapisan udara untuk menjemput ion yang ada di awan.

Muatan ion dari permukaan tanah yang perlahan beterbangan tersebut ditangkap oleh sub spear shooter dan spear shooter untuk diteruskan ke pointy spear yang berfungsi sebagai bilah pemicu agar menyentuh sensor yang berada di ion generator.

Muatan ion yang menyentuh sensor tersebut secara otomatis mengaktifkan ion generator.

Ion generator yang telah aktif tersebut akan bekerja menarik muatan ion (+) positif dalam jumlah besar yang berada di dasar bumi (grounding system)

Seperti kompresor muatan ion (+) positif yang ditarik tersebut memiliki tekanan besar untuk dapat ditembakan melalui pointy spear ke lapisan udara hingga tembus menuju lapisan awan.

Secara otomatis lapisan awan menjadi medan magnet bagi muatan ion (-) negatif untuk menghampiri muatan ion (+) positif dan selalu tetap berada pada jalur tembakan dari pointy spear, hal ini berlangsung cepat hingga muatan ion terionisasi menyentuh ujung runcing / finial dari pointy spear maka seketika terciptalah Sambaran Perintis (Initial Leader).

Ketika sambaran perintis menyentuh sensor pada ion generator secara otomatis akan menarik muatan ion dari dalam bumi dan tekanan pun semakin besar untuk menembakan kembali ke awan, pantulan energi inilah yang dinamakan Sambaran Balik (Return Stroke) untuk menemui ujung sambaran perintis.

Pada saat proses sambaran balik berlangsung terus menerus maka terjadilah proses ionisasi sempurna dan muatan listrik hasil ionisasi tersebut berupa energi utama dari petir terus disalurkan ke tanah / grounding system hingga habis untuk diredam.

Oleh karena itu nilai resistensi / tahanan tanah menjadi unsur yang sangat penting dalam proses ini, karena ketika nilai tahanan tidak sesuai dengan yang diharuskan maka proses akan gagal dan sambaran balik berupa energi utama muatan listrik pada petir akan memantul dari grounding system dan berceceran ke sekitar area penangkal petir radius elektrostatis terpasang dengan daya hancur yang lebih besar.

Produk penangkal petir radius elektrostatis merk BLUECRN 2 sudah teruji dan terbukti menjadi produk paling laris dan paling banyak digunakan oleh pengguna penangkal petir / penyalur petir di seluruh indonesia, sangat cocok digunakan untuk melindungi rumah tinggal, rumah mewah, gedung pencakar langit, hotel, ruko, perkebunan kelapa sawit, pabrik, gudang, menara masjid, menara gereja dan menara pengawas.

Berbagai instansi pemerintah seperti Gedung Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tata Air, BUMN seperti Pertamina, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi pegunungan bukit barisan dan perusahaan swasta seperti PT. Gawi Makmur Kalimantan (Wings Group) dan perusahaan lainnya termasuk Menara Pengawas Bandara Soekarno-Hatta adalah pengguna setia dari produk penangkal petir radius elektrostatis merk BLUECRN 2.

TATA CARA PASANG PENANGKAL PETIR RADIUS ELEKTROSTATIS

Setelah kita mengenal komponen dan mekanisme cara kerja penangkal petir radius elektrostatis yang bekerja secara aktif maka pemasangan atau instalasi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, selain agar dapat berfungsi dengan baik juga agar tidak menimbulkan masalah berupa malapetaka yang diakibatkan kesalahan dalam pemasangan /instalasi.

Tata cara pemasangan penangkal petir radius elektrostatis yang baik dan benar terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu :

Pembuatan Grounding System, nilai resistensi tahanan tanah harus dibawah atau < 5.00 Ω (Kurang dari 5 Ohm).

Pemasangan jalur kabel penghantar turunan menggunakan rute terdekat dan tidak boleh membentuk sudut runcing < 90˚, gunakan kabel penghantar dengan pelapis ganda (double shielded) berukuran minimal 50 mm.

Pemasangan unit air terminal head diletakan pada posisi tertinggi dari bangunan dan selalu pastikan seluruh bangunan masuk dalam jangkauan perlindungan / radius proteksi.

Pastikan seluruh sambungan antar komponen sistem penyalur petir tersambung secara sempurna dengan baik dan benar

Demikian semoga informasi ini dapat bermanfaat.